
KONSEPSI DAN TUMBUH KEMBANG HASIL KONSEPSI
Dosen Pembimbing:
Sri Widatiningsih, M.Mid
Oleh:
Umi Latifa
Kelas: Tulip
PRODI DIII KEBIDANAN MAGELANG
POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES SEMARANG
2009
KONSEPSI DAN TUMBUH KEMBANG HASIL KONSEPSI
Jika kita membicarakan seputar konsepsi atau dapat juga disebut suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur yang umumnya terjadi di ampula tuba, tentu tidak bisa lepas dari sperma dan ovum. Karena, tanpa keduanya, konsepsi tidak akan dapat terjadi.
A. Sperma
Sperma adalah sesuatu yang dikeluarkan dari genetalia jantan sewaktu ejakulasi. Sperma ini dikeluarkan secara bersamaan dalam bentuk lendir yang disebut dengan semen (mani). Semen ini terdiri dari bagian padat dan bagian cair. Bagian padat ialah spermatozoa, bagian cair disebut plasma semen (air mani). Spermatozoa dihasilkan testis, plasma semen dihasilkan ampulla vas deferens, dan kelenjar-kelenjar prostat, vesica seminalis, cowper. Dan littre.
B. Ovum
Ovum merupakan sel telur yang dihasilkan oleh ovarium(indung telur) pada wanita. Ovarium mengandung kelenjar endokrin dan jaringan penghasil sel telur yang disebut folikel. Sel folikel yang sudajh matang akan menghasilkan sel telur dan akan dikeluarkan dari ovarium. Peristiwa pengeluaran sel telur disebut ovulasi. Ovulasi biasa berlangsung sekali dalam sebulan. Pada setiap ovulasi hanya satu sel telur yang matang dan dapat bertahan hidup selama 24 jam.
Fertilisasi(pembuahan)
Pembuahan, proses penyatuan gamet pria dan wanita,terjadi di ampulla tuba fallopi. Bagian ini adalah bagian terluas dari saluran telur dan terletak dekat dengan ovarium. Spermatozoa dapat bertahan hidup di dalam saluran reproduksi wanita selama kira-kira 24 jam.
Spermatozoa bergerak cepat dari vagina ke rahim dan selanjutnya masuk ke dalam saluran telur. Pergerakan naik ini disebabkan oleh kontraksi otot-otot uterus dan tuba. Perlu diingat bahwa pada saat sampai di saluran kelamin wanita, spermatozoa belum mampu menbuahi oosit. Mereka harus mengalami kapasitasi dan reaksi akrosom.
Kapasitasi adalah suatu masa penyesuaian di dalam saluran reproduksi wanita,yang pada manusia berlangsung kira-kira 7 jam. Selama waktu itu,suatu selubung glikoprotein dari protein-protein plasma semen dibuang dari selaput plasma, yang membungkus daerah akrosom spermatozoa. Hanya sperma yang mengalami kapasitasi yang dapat melewati sel korona dan mengalami reaksi akrosom.
Reaksi akrosom terjadi setelah penempelan ke zona pellusida dan diinduksi oleh protein-protein zona. Reaksi ini berpuncak pada pelepasan enzim-enzim yang diperlukan untuk menembus zona pelusida, antara lain akrosin dan zat-zat serupa tripsin.
Pada fertilisasi mencakup 3 fase:
1.penembusan korona radiata
2.penembusan zona pelusida
3.fusi oosit dan membrane sel sperma
fase 1 : penembusan korona radiate
Dari 200-300 juta spermatozoa yang dicurahkan ke dalam saluran kelamin wanita, hanya 300-500 yang mencapai tempat pembuahan. Hanya satu diantaranya yang diperlukan untuk pembuahan, dan diduga bahwa sperma-sperma lainnya membantu sperma yang akan membuahi untuk menembus sawar-sawar yang melindungi gamet wanita. Sperma yang mengalami kapasitasi dengan bebas menembus sel korona.
Fase 2 : penembusan zona pelusida
Zona pelusida adalah sebuah perisai glikoprotein di sekeliling telur yang mempermudah dan mempertahankan pengikatan sperma dan menginduksi reaksi akrosom. Pelepasan enzim-enzim akrosom memungkinkan sperma menembus zona pelusida, sehingga akan bertemu dengan membrane plasma oosit. Permeabilitas zona pelusida berubah ketika kepala sperma menyentuh permukaan oosit. Hal ini mengakibatkan pembebasan enzim-enzim lisosom dari granul-granul korteks yang melapisi membrane plasma oosit. Pada gilirannya, enzim-enzim ini menyebabkan perubahan sifat zona pelusida (reaksi zona) untuk menghambat penetrasi sperma dan membuat tak aktif tempat tempat reseptor bagi spermatozoa pada permukaan zona yang spesifik spesies. Spermatozoa lain ternyata bisa menempel di zona pelusida tetapi hanya satu yang menembus oosit.
Fase 3 : penyatuan oosit dan membrane sel sperma
Segera setelah spermatozoa menyentuh membrane sel oosit, kedua selaput plasma sel tersebut menyatu. Karena selaput plasma yang menbungkus kepala akrosom telah hilang pada saat reaksi akrosom, penyatuan yang sebenarnya terjadi adalah antara selaput oosit dan selaput yang meliputi bagian belakang kepala sperma. Pada manusia, baik kepala dan ekor spermatozoa memasuki sitoplasma oosit, tetapi selaput plasma tertingal di permukaan oosit.
Segera setelah spermatozoa memasuki oosit, sel telur menanggapinya dengan 3 cara yang berbeda :
1.reaksi kortikal dan zona : sebagai akibat terlepasnya butir-butir kortikal oosit.
a.selaput oosit tidak dapat ditembus lagi oleh spermatozoa lain
b.zona pelusida mengubah struktur dan komposisinya untuk mencegah penambatan dan penetrasi sperma
dengan cara ini terjadinya polispermi dapat dicegah.
2.melanjutkan pembelahan meiosis kedua. Oosit menyelesaikan pembelahan meiosis keduanya segera setelah spermatozoa masuk. Salah satu dari sel anaknya hamper tidak mendapatkan sitoplasma dan dikenal sebagai badan kutub kedua, sel anak lainnya adalah oosit definitive. Kromosomnya (22+X) tersusun di dalam sebuah inti vesikuler yang dikenal sebagai pronukleus wanita.
3.penggiatan metabolic sel telur. Factor penggiat diperkirakan dibawa oleh spermatozoa. Penggiatan setelah penyatuan diperkirakan untuk mengulangi kembali peristiwa permulaan seluler dan molekuler yang berhubungan dengan awal embriogenesis.
Sementara itu, spermatozoa bergerak maju terus hingga dekat sekali dengan pronukleus wanita. Intinya membengkak dan membentuk pronukleus pria sedangkan ekornya terlepas dan berdegenerasi. Secara morfologis, pronukleus wanita dan pria tidak dapat dibedakan dan sesudah itu mereka saling rapat erat dan kehilangan selaput inti mereka. Salama masa pertumbuhan, baik pronukleus wanita maupun pria (keduanya haploid) harus menggandakan DNA-nya. Jika tidak,masing-masing sel dalam zigot tahap 2 sel tersebut akan mempunyai DNA separuh dari jumlah DNA normal. Segera sesudah sintesis DNA, kromosom tersusun dalam gelendong untuk mempersiapkan pembelahan mitosis yang normal. 23 kromosom ibu dan 23 kromosom ayah membelah memanjang pada sentromer, dan kromatid-kromatid yang berpasangan tersebut saling bergerak kea rah kutub yang berlawanan, sehingga menyiapkan sel zigot yang masing-masing mempunyai jumlah kromosom dan DNA yang normal. Sementara kromatid-kromatid berpasangan bergerak kearah kutub yang berlawanan, muncullah satu alur yang dalam pada permukaan sel, berangsur-angsur membagi sitoplasma menjadi 2 bagian.
Hasil utama pembuahan
1.pengembalian menjadi jumlah kromosom diploid lagi, separuh dari ayah dan separuhnya dari ibu. Olah karena itu, zigot mengandung kombinasi kromosom baru yang berbeda dari kedua orang tuanya.
2.penentuan jenis kelamin individu baru. Spermatozoa pembawa X akan menghasilkan satu mudigah wanita (XX), dan spermatozoa pembawa Y menghasilkan satu mudigah pria (XY). Oleh karena itu, jenis kelamin kromosom mudigah tersebut ditentukan pada saat pembuahan.
3.dimulainya pembelahan. Tanpa pembuahan,oosit biasanya akan berdegenerasi 24 jam setelah ovulasi.
Hasil konsepsi dalam bentuk blastokist yang mempunyai rumbai (vili korealis) dapat menanamkan diri pada dinding rahim melalui proses proteolitik_enzimatik dan disebut nidasi atau implantasi. Sejak saat terjadinya konsepsi, fertilisasi, impregnancy sampai mampu menanamkan diri diperlukan waktu sekitar 6-7 hari.
Perkembangan Janin dalam Rahim
Janin usia Delapan Minggu
Seluruh organ tubuh utama bayi telah terbentuk meskipun belum berkembang sempurna. Mata dan telinga mulai terbentuk. Jantung berdetak kuat. Dengan ultrasound kita dapat melihat jantung janin berdenyut.
Janin usia Duabelas Minggu
Panjang janin sekarang sekitar 6,5 cm dan bobotnya sekitar 18 gram. Kepala bayi menjadi lebih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya. Jari-jari tangan dan kaki terbentuk dan kuku mulai tumbuh. Bayi mulai menggerak-gerakkan tungkai dan lengannya, tetapi ibu belum dapat merasakan gerakan-gerakan ini.
Janin usia Enambelas Minggu
Panjang janin sekarang sekitar 16 cm dan bobotnya sekitar 35 gram. Dengan bantuan scan, kita dapat melihat kepala dan tubuh bayi, kita juga dapat melihatnya bergerak-gerak. Ia menggerak-gerakkan seluruh tungkai dan lengannya, menendang dan menyepak. Inilah tahap paling awal di mana ibu dapat merasakan gerakan bayi. Rasanya seperti ada seekor kupu-kupu dalam perutmu. Tetapi, ibu tidak perlu khawatir jika belum dapat merasakan gerakan ini. Jika si bayi adalah anak pertama, biasanya ibu agak lebih lambat dalam merasakan gerakannya.
♥ PLASENTA:
Pada usia 16 minggu ini placenta telah terbentuk lengkap. Placenta ini berasal dari villi khorion, sebagian kecil dari desisua basalis.
Placenta terletak didepan atau dibelakang dinding uterus, agak keatas kearah fundus uteri.
Placenta berbentuk bundar/hampir bundar, diameter 15-22 cm, tebal 2-2,5 cm, berat 500 gr.
Amnion
♦ Membran transparan yang kuat
♦ Membatasi cavitas amniotica
♦ Mensekresi cairan amnion
Chorion
♦ Membran opak, tipis dan rapuh
♦ Karena rapuh, pada saat persalinan sering tertinggal didalam uterus
Insersi Tali pusat
♦ Insersio sentralis: tengah
♦ Insersiolateralis: agak ke pinggir
♦ Insersio marginalis: dipinggir plasenta
♦ Insersio velamentosa: insersi diluar plasenta, berhubungan dengan selaput janin
Fungsi Plasenta
♦ Nutrien, plasenta memiliki banyak enzim sehingga dapat mensintesis karbohidrat, protein, lemak, vitamin B dan C serta garam-garam mineral.
♦ Sebagai sistem sekresi hormon
♦ Sebagai sistem perlindungan antibodi
♦ Eksresi sisa Metabolisme
♦ Respirasi
Sirkulasi Plasenta
- Berasal dari spiral arteries(pintu masuk darah ke plasenta dalam decidua basalis)
- Saat sistole : Disemprotkan dengan tekanan 70-80 mmHg kedalam ruang interviller sampai mencapai chorionik plate(pangkal kotiledon janin), mrmbasahi villi khorealis
- Kembali ke vena decidua dengan tekanan 8 mmHg
- Peningkatan volume: 20 minggu (300 ml), 40 minggu minggu (600 ml)
- Luas villi khorealis 11 m2 (pertukaran zat-zat terjamin)
- flow velocity waveforms (FVM): mengukur kecepatan gelomabng sirkulasi darah.
Janin usia Duapuluh Minggu
Bayi masih berenang-renang dalam lautan air ketuban. Ia tumbuh dengan pesat, baik dalam bobot maupun panjangnya yang sekarang telah mencapai 25 cm, yaitu separuh dari panjangnya ketika ia dilahirkan nanti dan bobotnya sudah sekitar 340 gram. Bayi membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu. Mungkin ibu memperhatikan ada saat-saat di mana bayi tampaknya tidur, dan saat-saat lain di mana ia melakukan banyak gerak.
Janin usia Duapuluh Empat Minggu
Sekarang panjang bayi sekitar 32 cm dan bobotnya 500 gram. Ibu dapat merasakan bagian-bagian tubuh bayi yang berbeda yang menyentuh dinding perutnya. Otot rahim ibu meregang dan terkadang ibu merasakan sakit di bagian perutnya.
Janin usia Tigapuluh Minggu
Kepala bayi sekarang sudah proporsional dengan tubuhnya. Ibu mungkin mengalami tekanan di bagian diafrakma dan perut. Sekarang bobot bayi sekitar 1700 gram dan panjangnya sekitar 40 cm.
Janin usia Tigapuluh Enam Minggu
Bayi sudah hampir sepenuhnya berkembang. Sewaktu-waktu ia dapat turun ke rongga pinggul ibu. Kulit bayi sudah halus sekarang dan tubuhnya montok. Apabila ia bangun, matanya terbuka dan ia dapat membedakan antara terang dan gelap. Sekarang panjang bayi sekitar 50 cm dan bobotnya berkisar antara 2500 hingga 4500 gram.
Janin usia Tigapuluh Tujuh hingga Empatpuluh Dua Minggu
Bayi siap lahir. Ibu tidak perlu khawatir jika bayinya tidak lahir tepat pada waktu yang telah diperkirakan. Persentasenya hanya 5% bayi lahir tepat pada tanggal yang diperkirakan. Waktu yang telah lama dinanti hampir tiba dan si bayi akan segera melihat dunia. Sementara itu, rambut lanugo rambut badan) bayi telah lenyap meskipun mungkin masih ada yang tersisa di punggung dan dahinya. Sebagian bayi lahir agak terlalu cepat, sebagian lainnya agak sedikit terlambat, tetapi mereka tentu akan lahir.
Sumber:
Manuaba,Ida Bagus Gde. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. 1999. Arcan: Jakarta
Where Women Have No Doctor: A Health Guide for Women, 1997. The Hesperian Foundation, Berkeley, California
www.wikipedia.com
www.encarta.com


